Amazing Hidden IQ : 5 Kekuatan Tersembunyi pada Diri Manusia


5 Kekuatan Tersembunyi pada Diri Manusia

*Kekuatan Tersembunyi pada Diri Manusia*
– Ternyata di dalam diri manusia terdapat suatu kekuatan yang mungkin
agan-agan tidak sadari keberadaannya, kekutan itu adalah :
Kekuatan Tersembunyi pada Diri Manusia

1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)

Dengan kuatnya suatu impian yang dimiliki oleh seseorang akan membuat
orang tersebut mendapat semangat tambahan yang sangat besar dalam
menyelesaikan ataupun dalam mengejar impian, dan ini akan membawa
keberhasilan dalam pencapaiannya.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan,
impian, sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam
diri, peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil
langkah untuk mencapainya.

Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas,
kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita
dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk
mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita
adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles,
keunggulan adalah sebuah kebiasaan.

Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan
terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak
prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita.

Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh.
Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan
mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam
kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan
penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk
menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan
kegagalan.

Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi
kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri
merupakan unsur atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau
kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah.
Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara
mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik
bagi kehidupan kita.

Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan
intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap
kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh
dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan
yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya.

Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan
keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa
lalu dan saat ini.

Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya *The Power of
Focus*, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan
adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi
yang terjadi pada kita.

Artikel Populer : Membangun kecerdasan Emosi Pada Anak


Membangun kecerdasan Emosi Pada Anak

by Rinastkip

 

Dahulu, orang mengagung-agungkan kepandaian otak (IQ) sebagai kunci sukses. Namun faktanya, menurut hasil penelitian para ahli, orang sukses tidak selalu jenius atau memiliki IQ tinggi dan orang yang memiliki IQ tinggi belum tentu sukses. Ada faktor lain yang menunjang kesuksesan seseorang di luar IQ yaitu EQ. EQ memiliki peranan yang lebih besar pada keberhasilan seseorang dibandingkan IQ. Orang yang mampu menggabungkan IQ dan EQ akan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Kecerdasan emosional atau Emotional Quotation (EQ) adalah kemampuan untuk memahami gejolak emosi , kemampuan mengungkapkan perasaan secara benar, kemampuan untuk mengendalikan emosi, kemampuan untuk mengelola emosi dan kemampuan untuk mengerti keadaan yang dialami oleh orang lain (empati). Tidak ada patokan resmi untuk mengukur tingkat EQ seseorang tetapi dampaknya dapat dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Banyak ahli berpendapat kecerdasan emosi yang tinggi akan sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup. Kecerdasan emosi terus berkembang dari lahir hingga tutup usia.

Kecerdasan emosi dibentuk sejak kecil karena itu orang tua memiliki peranan sangat penting dalam membangun kecerdasan emosi anak. Orang tua harus membina, mengajar, membimbing, dan memberi teladan.

Unsur yang membangun kecerdasan emosi, yaitu :

  1. Memahami diri sendiri
    Kecerdasan emosi seseorang akan membantu anak tersebut untuk dapat menerima diri apa adanya. Nyaman dengan keadaan yang ada padanya. Hal ini membuat dia merasa percaya diri dan mampu menggali hal-hal yang baik dalam dirinya dan menerima hal-hal yang kurang baik.
  2. Mampu mengelola emosi sendiri
    Luapan emosi yang timbul tidak meledak-ledak dan tidak terkontrol tapi mampu disalurkan dengan benar sehingga emosi itu bisa membawa dampak positif bagi dirinya dan orang lain.
  3. Memotivasi diri sendiri
    Memiliki semangat juang yang tinggi untuk maju, untuk belajar, suka tantangan, suka hal-hal baru dan mampu mengembangkan potensinya dengan baik.
  4. Kemampuan memahami masalah dan memecahkan masalah itu
    Ketika menghadapi masalah, anak mampu memahami penyebab dari masalah itu dan mampu mencari solusi sekalipun peran orang tua untuk membimbing diperlukan.
  5. Kemampuan beradaptasi
    Mampu mengenali lingkungan sekitar dan menyesuaikan diri serta menjadi teman yang menyenangkan bagi orang lain.
  6. Memahami emosi orang lain (empati)
    Dapat mengerti dan merasakan apa yang terjadi pada anak lain. Hal ini membantu anak untuk menentukan sikap dalam suatu keadaan.
  7. Mampu membina hubungan sosial
    Kemampuannya beradaptasi dan berempati membuat seorang anak memiliki hubungan sosial yang baik di antara teman-temannya. (JC)

(sumber : anakibu.com)