Artikel Benkyou Methods : Memahami Kecerdasan Anak Didik


Memahami Kecerdasan Anak Didik
Oleh : M. Lukmanul Hakim, S.Pd.I,

Seorang anak agar dapat hidup sukses harus memiliki disiplin, kerajinan dan ketekunan. Selain itu, untuk kesuksesan hidupnya, seorang anak juga membutuhkan kecerdasan sosial, pertemanan dan kemampuan menempatkan diri.

Kesuksesan ini tidak dapat diukur hanya dengan menjadi juara di kelasnya. Sebab menjadi juara kelas, bukan jaminan dapat hidup sukses di masa depan. Jika seorang anak saat ini kelihatan biasa-biasa saja, boleh jadi ada kecerdasan tertentu pada diri anak tersebut yang masih terpendam.
Menurut Gardner, Profesor Psikologi di Harvard Graduate School of Education, setidaknya ada delapan kecerdasan yang tertanam pada diri anak-anak. Kedelapan kecerdasan itu tidak berdiri sendiri-sendiri. Ada yang membaur menjadi satu. Ada anak memiliki delapan hal sekaligus, meski yang menonjol mungkin hanya satu atau dua saja.

Kedelapan hal ini sudah terpetakan oleh para pendidik di sekolah. Yakni kemampuan linguistik dan kecerdasan logika matematika. Namun selain itu, masih ada enam kecerdasan lainnya yaitu musik, gerak tubuh, spatial atau visual, interpersonal dan intrapersonal dan naturalistik.
Seorang guru tidak dapat mencap anak didiknya bodoh, hanya karena mereka tidak dikaruniai bakat matematika. Atau kurang pandai bertutur bahasa, bukankah sebenarnya bahasa cuma masalah komunikasi dan matematika hanyalah alat berpikir saja.
Pelajaran di sekolah, telah mencakup kecerdasan matematika, bahasa dan mungkin sedikit musik dan gerak. Orangtua perlu membimbing anaknya di rumah dan memberikan les tambahan guna merangsang tumbuhnya kecerdasan tersembunyi seperti spatial atau visual, gerak tubuh, intra-inter personal serta naturalistik.

Untuk menumbuhkan kecerdasan spatial dan gerak tubuh, bisa dilatih dengan kegiatan outbond atau memasukkan anak ke dalam kegiatan pramuka. Kebiasaan untuk membaca peta, merayap, memanjat, mencari jejak di alam dan memecahkan kode-kode rahasia menumbuhkan rangsangan pada kecerdasan.

Keterampilan personal dapat dilatih dengan terbiasa menang atau kalah dalam sebuah permainan. Kemampuan ini dapat berkembang menjadi kemampuan bernegoisasi bila besar nanti. Sedangkan naturalistik bisa dirangsang dengan mengenali tanda-tanda alam seperti hujan, gelombang ataupun angin serta awan.

Sumber: Hariansumutpos.Com

9 Kecerdasan Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua ( Rinastkip)


9 Kecerdasan Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

Rinastkip | 18 Januari 2012 | Sumber : KOMPAS.com

Kecerdasan anak tak hanya diukur melalui ukuran IQ (Intelligence Quotient). Setiap anak memiliki kecerdasan yang majemuk, yakni kecerdasan intelektual (IQ) maupun kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ). Menurut Howard Gardner salah seorang profesor pendidik dan peneliti dari Harvard University Amerika Serikat, ada 9 aspek kecerdasan seorang anak. Istilah yang sering kita dengar adalah multiple intelligences.
Apa sajakah kecerdasan yang terdiri dari 9 kriteria kecerdasan majemuk tersebut?
1. Kecerdasan musikal
Kecerdasan ini ditunjukkan anak mudah sekali mengikuti dan mengingat lagu. Cara melatihnya adalah dengan mendengarkan musik dan bernyanyi. Mengajarkan anak menyanyikan lagu-lagu sederhana sesuai usia mereka. Melakukan pekerjaan dengan bernyanyi, misalnya saat mandi dan bangun pagi.

2. Kecerdasan Intrapersonal
Berkaitan dengan kemampuan daya tahan, untuk tidak mudah down, gigih berusaha, tidak minder. misalnya ketika mengikuti perlombaan, tampil depan umum. Cara melatihnya adalah mengajarkan anak untuk terbiasa berada dalam sebuah kelompok dan berinteraksi dengan teman – teman sebayanya.
3.Kecerdasan interpersonal (sosial)
Adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak beradaptasi, bekerjasama, berelasi dengan lingkungan teman sebaya dan orang di sekitarnya. Cara melatihnya adalah dengan memberi kesempatan si kecil sering ditemani untuk bergaul bersama teman – teman sebaya, bermain dan berkomunikasi pada anak- anak seusianya.
4. Kecerdasan visual spasial
Adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan memahami pandang ruang. Yakni anak mampu membedakan posisi dan letak serta membayangkan ruang, Di kanan, kiri, atas, bawah, depan, belakang dan samping.
Cara melatihnya adalah setiap melakukan kegiatan yang berhubungan dengan posisi atau ruang hendaknya orang tua selalu sambil menyebutkan, misal : Tolong dong, adik letakkan bukunya di atas meja, atau tolong kakak ambilkan buku yang jatuh di bawah meja. Sebutkan lokasi ruang, ajarkan si kecil melipat, menggunting, membalik dan menggambar.

5. Kecerdasan natural (alam)
Anak diperkenalkan dengan lingkungan hidup selain manusia , yaitu binatang, tumbuhan dan beraneka suasana alam, misalnya sesekali ajak anak memberi makan pada ikan atau ke kebun binatang, mengunjungi taman flora dan bermain di alam terbuka.
6. Kecerdasan kinestetik tubuh
Anak memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan tubuh misalkan gerakan tubuh saat berdoa, menggambar, melompat, berlari dan olahraga yang menggerakkan tubuh, menari, senam dan sebagainya. Cara melatihnnya ajak anak untuk latihan mencoret dan menggambar garis, lingkaran, melakukan gerakan senam dan menari.
7. Kecerdasan moral
Yaitu kepekaan anak untuk meresap kepatuhan dalam berperilaku yang baik, misalnya tahu mengucapkan terimakasih, maaf, permisi dan membedakan perbuatan baik dan buruk, bisa menahan diri untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap tata cara kesopanan. Caranya adalah melatih dalam kelompok bermain dan melakukan peraturan peraturan dalam permainan, ajarkan anak patuh dan memahami aturan sederhana misalnya bermain petak umpet.

8. Kecerdasan verbal linguistik
Anak dapat berbicara dan menceritakan suatu kejadian yang dilihatnya dengan mudah, terangkai dengan baik dan kronologis kejadian tidak melompat lompat. Cara melatihnya adalah sejak dalam kandungan dan setelah lahir anak sering diajak bercakap cakap, berbicara dengan orangtua, teman sepermainan, menceritakan dongeng dan menyanyikan lagu anak – anak.
9. Kecerdasan logika matematika
Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk memahami persoalan dan memecahkan teori sederhana yang berkaitan dengan angka. Cara melatihnya adalah mengajarkan anak mengelompokkan mainan yang dimiliki, menghitung buah buahan dan membagikan makanan kecil dan menyebutkan jumlah yang diberikan, mengelompokkan benda mainan seperti dadu berwarna, mainan berbentuk buah dan bunga.
Setiap anak terlahir unik
Jika menemukan kesulitan dengan tahapan perkembangan anak , ibu boleh diskusikan dengan dokter anak atau boleh juga dengan bidan yang telah mengikuti pelatihan untuk KPSP, oya KPSP ini Kuisioner Pra Skrining Perkembangan. Ada beberapa alat dan instrumen juga kuisioner untuk mengukurnya sesuai dengan tahapan dan perkembangan usia.
Setiap anak terlahir unik dan siap mendapat stimulasi kecerdasan majemuk yang kita berikan di usia emas pertumbuhannya terutama sejak lahir hingga usia 2 tahun. Dengan rangsangan kecerdasan yang tepat di dukung gisi yang sehat seimbang untuk Balita, akan membantu setiap anak untuk berkembang sesuai tahapan.
Faktor internal dan eksternal juga sangat berpengaruh, oleh karena itu jaga agar anak tetap sehat selama masa pertumbuhan, penuhi kebutuhan akan kasih sayang dan rasa aman. Tentu ada yang menonjol dari tiap anak dari sembilan kecerdasan majemuk dalam diri seorang anak kelak, namun sebagai orangtua kita berusaha untuk mengembangkan kesembilannya pada saat usia BALITA
Selamat mendampingi putra-putri tercinta dan jangan lupa untuk terus merangsang kecerdasan majemuk agar anak – anak tumbuh dan berkembang sehat sesuai usia.
Semoga bermanfaat

Sumber : health.kompas.com
Penulis : Bidan Romana Tari

6 tips menambah kecerdasan otak


Otak manusia itu pada dasarnya seperti sebuah komputer yang canggih.
bayangkan saja berbagai memori di otak kita disimpan begitu baik, tidak seperti hardisk komputer yang masih mempunyai batasan kapasitas. Selain itu, otak juga mempunyai kemampuan canggih sehingga dapat mengendalikan semua kegiatan di tubuh kita.
Tapi, jangan lupa otak juga tetap membutuhkan nutrisi, oksigen, serta membutuhkan latihan yang rutin. Jika otak terlalu dimanja dan jarang dilatih maka menyebabkan kualitas otak akan menurun. Nah, itulah alasan mengapa otak kita lambat dalam berpikir. Berikut ini adalah cara untuk membuat otak anda kembali fresh dan dapat berpikir cepat:

1. Mengkonsumsi minyak ikan secara rutin. Riset menunjukkan bahwa minyak ikan dapat meningkatkan stamina bagi otak, Sehingga otak tidak cepat lelah dan kemampuanya dapat tetap terjaga.

2. Kerjakan sebuah permainan yang membutuhkan aktivitas otak. Permainan ini seperti mengerjakan teka-teki silang, bermain rubik, sudoku dan lain sebagainya. Sebab, permainan seperti itu bermanfaat untuk melatih otak kita. Semakin kita sering berlatih, semakin cepat kita dapat merasakan perbedaan pada otak kita. Sama halnya seperti otot, jika kita jarang melatih otot, maka otot kita pun akan menjadi semakin kaku.

3. Olahraga teratur. Olahraga tidak hanya bermanfaat untuk menyehatkan
tubuh kita, tetapi juga bermanfaat bagi otak kita. Sebab, olahraga berfungsi untuk memperlancar peredaran darah yang masuk ke otak dan membuat pikiran kita menjadi lebih jernih.

4. Pelajari bahasa yang baru. Dari mempelajari bahasa baru, kita dapat menambah impuls-impuls yang ada di otak dan juga dapat meningkatkan koneksi saraf yang baik.

5. Tertawa. Tertawa dapat meningkatkan kualitas dan fungsi otak untuk menstimulasi kedua belah otak pada saat yang sama.

6. Mencoba hal baru. Cobalah belajar suatu alat musik tertentu dan kesenian yang lain seperti melukis. Dengan mencoba hal baru, kita dapat menambah wawasan dan pengalaman, ibarat komputer yang telah ditambah program baru. Begitu juga otak kita, jika kita melakukan kegiatan yang baru maka otak kita juga semakin berkembang.

7. Cobalah belajar untuk melempar sesuatu. Maksud dari melempar sesuatu ini adalah kita belajar untuk melempar barang. Kegiatan ini anda lakukan dengan olahraga seperti basket. Hasil riset dari Jerman menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur jaringan otak kita.

8. Gunakan daya imajinasi anda. Apa anda tahu Einstein?? Einstein pernah mengatakan bahwa imajinasi lebih penting bagi daripada pengetahuan yang anda miliki. Coba ambillah waktu luang anda untuk berimajinasi sedalam mungkin, bebaskan diri anda untuk sementara dari pikiran-pikiran yang mengganggu anda untuk berimajinasi. Maka , anda akan menemukan suatu metode berpikir yang belum pernah anda lakukan sebelumnya.

Nah,setelah itu apa yang harus anda lakukan? Berlatih dan berlatih, jangan lupakan itu! Sebab, seperti yang dijelaskan tadi bahwa berlatih dapat meningkatkan fungsi otak dan juga menambah impuls-impuls otak. Berlatih bukan hanya sekedar mengisi teka-teki silang saja, tapi bisa diimprovisasi dengan bermain tebak-tebakan dengan anggota keluarga atau bisa juga dengan mencari informasi di berbagai media. Semoga berhasil!

Gali Potensi Belajar, Aktifkan Kecerdasan Tersembunyi Anda!


Gali Potensi Belajar, Aktifkan Kecerdasan Tesembunyi Anda!

KOMPAS.com – Ternyata, kecerdasan bisa diaktifkan. Dalam teori multiple intelligent, ada delapan kecerdasan ganda yang bisa digunakan untuk menjelaskan potensi belajar Anda. Setiap kecerdasan tersebut, dapat memberikan manfaat bagi Anda. Apa saja delapan kecerdasan itu?

1. Kecerdasan Verbal/Linguistik
Kecerdasan verbal adalah kecerdasan yang melibatkan kemampuan untuk berbicara dan menulis. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan mencoba mempelajari kata-kata baru setiap harinya. Caranya dengan membaca, mendengarkan berita di radio, melibatkan diri dalam perdebatan, dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi kelas.

2. Kecerdasan Logikal/Matematika
Kecerdasan logikal ini melibatkan angka-angka dan penalaran. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan sering menyelesaikan perhitungan, mempelajari berbagai rumus, dan memecahkan teka-teki.

3. Kecerdasan Visual/Spasial
Kecerdasan visual/spasial melibatkan proses berpikir dalam bentuk lukisan atau gambar. Anda bisa mengaktifkan kecerdasan ini dengan menganalisis alat bantu visual dalam teks buku dengan memetakan pikiran dalam sebuah gambar, diagram/ bagan.

4. Kecerdasan Tubuh/Kinestetik
Kecerdasan tubuh/kinestetik melibatkan gerakan tubuh dan penanganan masalah. Kecerdasan ini dapat diaktifkan dengan menggunakan ketrampilan motorik Anda secara teratur. Contohnya, melakukan berbagai latihan olahraga, jogging, dan secara langsung aktif dalam berbagai kegiatan. Anda juga bisa mengaktifkan kecerdasan ini dengan mengerjakan tugas Anda di komputer.

5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal melibatkan kemampuan bermusik seperti irama dan nada. Aktifkanlah kecerdasan tipe ini dengan sering mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau bernyanyi.

6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal melibatkan respons dalam hal suasana hati, motivasi, dan kebutuhan orang lain. Hal ini mengarah pada membangun suatu hubungan baik dengan orang lain dan menikmati pergaulan dengan orang lain. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan sering berpartisipasi dalam kegiatan diskusi, debat pendapat, atau aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.

7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal mencakup harga diri, penghargaan terhadap diri sendiri, dan kesadaran diri. Kecerdasan tipe ini dapat diaktifkan dengan menguji secara kritis kekuatan dan kelemahan Anda.

8. Kecerdasan Natural
Kecerdasan natural adalah kecerdasan yang dapat menghargai dan memahami kondisi alam. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan menjelajahi kondisi alam, yaitu dengan berkemah atau dengan mendaki gunung. Hal itu dapat membantu Anda memahami lingkungan alam.

Dengan mengaktifkan delapan kecerdasan di atas, Anda akan terbantu dalam menemukan bakat yang terpendam. Tak perlu menguasai seluruh kecerdasan itu, tetapi temukankan kecerdasan yang paling Anda kuasai dan hubungkanlah dengan sesuatu yang ingin Anda pelajari. Sumber berita http://www.edukasi.kompas.com, Publisher : Nurjolis

Artikel Populer : Membangun kecerdasan Emosi Pada Anak


Membangun kecerdasan Emosi Pada Anak

by Rinastkip

 

Dahulu, orang mengagung-agungkan kepandaian otak (IQ) sebagai kunci sukses. Namun faktanya, menurut hasil penelitian para ahli, orang sukses tidak selalu jenius atau memiliki IQ tinggi dan orang yang memiliki IQ tinggi belum tentu sukses. Ada faktor lain yang menunjang kesuksesan seseorang di luar IQ yaitu EQ. EQ memiliki peranan yang lebih besar pada keberhasilan seseorang dibandingkan IQ. Orang yang mampu menggabungkan IQ dan EQ akan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Kecerdasan emosional atau Emotional Quotation (EQ) adalah kemampuan untuk memahami gejolak emosi , kemampuan mengungkapkan perasaan secara benar, kemampuan untuk mengendalikan emosi, kemampuan untuk mengelola emosi dan kemampuan untuk mengerti keadaan yang dialami oleh orang lain (empati). Tidak ada patokan resmi untuk mengukur tingkat EQ seseorang tetapi dampaknya dapat dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Banyak ahli berpendapat kecerdasan emosi yang tinggi akan sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup. Kecerdasan emosi terus berkembang dari lahir hingga tutup usia.

Kecerdasan emosi dibentuk sejak kecil karena itu orang tua memiliki peranan sangat penting dalam membangun kecerdasan emosi anak. Orang tua harus membina, mengajar, membimbing, dan memberi teladan.

Unsur yang membangun kecerdasan emosi, yaitu :

  1. Memahami diri sendiri
    Kecerdasan emosi seseorang akan membantu anak tersebut untuk dapat menerima diri apa adanya. Nyaman dengan keadaan yang ada padanya. Hal ini membuat dia merasa percaya diri dan mampu menggali hal-hal yang baik dalam dirinya dan menerima hal-hal yang kurang baik.
  2. Mampu mengelola emosi sendiri
    Luapan emosi yang timbul tidak meledak-ledak dan tidak terkontrol tapi mampu disalurkan dengan benar sehingga emosi itu bisa membawa dampak positif bagi dirinya dan orang lain.
  3. Memotivasi diri sendiri
    Memiliki semangat juang yang tinggi untuk maju, untuk belajar, suka tantangan, suka hal-hal baru dan mampu mengembangkan potensinya dengan baik.
  4. Kemampuan memahami masalah dan memecahkan masalah itu
    Ketika menghadapi masalah, anak mampu memahami penyebab dari masalah itu dan mampu mencari solusi sekalipun peran orang tua untuk membimbing diperlukan.
  5. Kemampuan beradaptasi
    Mampu mengenali lingkungan sekitar dan menyesuaikan diri serta menjadi teman yang menyenangkan bagi orang lain.
  6. Memahami emosi orang lain (empati)
    Dapat mengerti dan merasakan apa yang terjadi pada anak lain. Hal ini membantu anak untuk menentukan sikap dalam suatu keadaan.
  7. Mampu membina hubungan sosial
    Kemampuannya beradaptasi dan berempati membuat seorang anak memiliki hubungan sosial yang baik di antara teman-temannya. (JC)

(sumber : anakibu.com)

Artikel : Membangun Karakter melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?

 

Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!

Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

 

Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.

Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.