Kasus JIS : Hakim Aslam Ketok 10 tahun penjara , Dubes AS Kecewa


Robert Blake merasa kecewa terhadap putusan Ketua Majelis Hakim Nur Asman Bustaman terhadap tersangka kasus pelecehan seksual tethadap Siswa Jakarta International School (JIS).
Neil Bantleman di hukum 10 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan Dubes AS Kecewa Guru JIS
Dihukum 10 Tahun Penjara
karena terbukti melakukan
kekerasan seksual terhadap
murid.
“Banyak pertanyaan-pertanyaan
serius muncul dalam kasus ini
terkait dengan proses
penyelidikan dan kurangnya
bukti-bukti yang kredibel dalam
tuduhan terhadap para guru.
Dalam hal ini, kami sangat
kecewa dengan putusan ini,” kata
Blake dalam keterangan tertulis yg dirilis
dari Kedubes AS untuk RI, Kamis
(2/4/2015).
Blake menyebut pihaknya terus
mengikuti perkembangan proses
hukum para guru JIS. Karena itu
dukungan terhadap upaya hukum
lanjutan tetap diberikan.
“Kami berharap dalam proses
hukum selanjutnya, semua fakta
yang ada akan dipertimbangkan.
Kami juga berharap proses
hukum, sebagaimana yang
dijamin oleh Undang-Undang
Dasar di Indonesia, dapat
dilaksanakan secara adil dan
tidak memihak,” sambungnya.
Apalagi komunitas internasional
menurut Blake juga memberikan
perhatian terhadap perkembangan
kasus ini.
“Hasil putusan terhadap proses
hukum tersebut, yang juga
mencerminkan aturan hukum di
Indonesia, akan sangat
berpengaruh terhadap reputasi
Indonesia di luar negeri,” ujar dia.
Dalam putusannya, Ketua Majelis
Hakim Nur Aslam Bustaman
menyatakan bersalah dalam
pelecehan seksual terhadap
murid taman kanak-kanak di JIS.
“Perbuatan terdakwa dipandang
sebagai perbuatan yang berdiri
sendiri, yakni dengan sengaja
melakukan kekerasan, tipu
muslihat, kebohongan,” kata Nur
Aslam di ruang sidang utama
Prof. H. Oemar Seno Adji,
Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan, Kamis (2/4).
Vonis hakim terhadap terdakwa
Neil lebih rendah dari tuntutan
Jaksa Penuntut Umum. Adapun
jaksa menuntut terdakwa dengan
pidana penjara selama 12 tahun.
Terdakwa dianggap melanggar
Pasal 82 Undang-Undang No.23
Tahun 2002 tentang Perlindungan
Anak.
sumber: detikcom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s