Artikel Benkyou Methods : Memahami Kecerdasan Anak Didik


Memahami Kecerdasan Anak Didik
Oleh : M. Lukmanul Hakim, S.Pd.I,

Seorang anak agar dapat hidup sukses harus memiliki disiplin, kerajinan dan ketekunan. Selain itu, untuk kesuksesan hidupnya, seorang anak juga membutuhkan kecerdasan sosial, pertemanan dan kemampuan menempatkan diri.

Kesuksesan ini tidak dapat diukur hanya dengan menjadi juara di kelasnya. Sebab menjadi juara kelas, bukan jaminan dapat hidup sukses di masa depan. Jika seorang anak saat ini kelihatan biasa-biasa saja, boleh jadi ada kecerdasan tertentu pada diri anak tersebut yang masih terpendam.
Menurut Gardner, Profesor Psikologi di Harvard Graduate School of Education, setidaknya ada delapan kecerdasan yang tertanam pada diri anak-anak. Kedelapan kecerdasan itu tidak berdiri sendiri-sendiri. Ada yang membaur menjadi satu. Ada anak memiliki delapan hal sekaligus, meski yang menonjol mungkin hanya satu atau dua saja.

Kedelapan hal ini sudah terpetakan oleh para pendidik di sekolah. Yakni kemampuan linguistik dan kecerdasan logika matematika. Namun selain itu, masih ada enam kecerdasan lainnya yaitu musik, gerak tubuh, spatial atau visual, interpersonal dan intrapersonal dan naturalistik.
Seorang guru tidak dapat mencap anak didiknya bodoh, hanya karena mereka tidak dikaruniai bakat matematika. Atau kurang pandai bertutur bahasa, bukankah sebenarnya bahasa cuma masalah komunikasi dan matematika hanyalah alat berpikir saja.
Pelajaran di sekolah, telah mencakup kecerdasan matematika, bahasa dan mungkin sedikit musik dan gerak. Orangtua perlu membimbing anaknya di rumah dan memberikan les tambahan guna merangsang tumbuhnya kecerdasan tersembunyi seperti spatial atau visual, gerak tubuh, intra-inter personal serta naturalistik.

Untuk menumbuhkan kecerdasan spatial dan gerak tubuh, bisa dilatih dengan kegiatan outbond atau memasukkan anak ke dalam kegiatan pramuka. Kebiasaan untuk membaca peta, merayap, memanjat, mencari jejak di alam dan memecahkan kode-kode rahasia menumbuhkan rangsangan pada kecerdasan.

Keterampilan personal dapat dilatih dengan terbiasa menang atau kalah dalam sebuah permainan. Kemampuan ini dapat berkembang menjadi kemampuan bernegoisasi bila besar nanti. Sedangkan naturalistik bisa dirangsang dengan mengenali tanda-tanda alam seperti hujan, gelombang ataupun angin serta awan.

Sumber: Hariansumutpos.Com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s