MATERI KULIAH : METODE PENELITIAN BISNIS, rinastkip

 

MATERI KULIAH

METODE PENELITIAN

BISNIS

 

 

Oleh :

DR. J. Soenarmo M.Ed, MM

Mas Bambang Purnomo Sigit, SH, MM

 

 

 

 

 

 

PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN

JURUSAN PEMASARAN DAN SUMBERDAYA MANUSIA

 STIE TRI ANANDRA

 

 

METODE PENELITIAN BISNIS/SOSIAL

PROGRAM PASCA SARJANA STIE TRI ANANDRA

A. Mata kuliah ini bertujuan untuk  mengkaji

  1. 1.      Proses dasar penentuan suatu kebijakan bisnis. Pembahasan dalam perkulihaan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi faktor-faktor, dalam penetapan kebijakan bisnis yang mengandung resiko cukup tinggi.
  2. 2.      Memahami beberapa alternatif, pendekatan dan model penetapan kebijakan bisnis yang dianut  suatu perusahaan sehingga para praktisi bisnis mampu melakukan studi komparatif terhadap kebijakan bisnia
  3. 3.      metode penelitian yang akan dibahas adalah metode kuantitatif dengan polam pikir “logiko, hipotetiko, verifikatif” dengan  masalah yang jelas, ada hipotesis, diuji dengan statistik.
  4. 4.      Untuk mampu memahami kuliah ini dengan jelas maka perlu pemahaman tentang : berbagai jenis metode penelitian, rumusan masalah, paradigma penelitian, teori, rumusan hipotesis, populasi, sampel, instrumen, pengujian validitas dan reliabilitas, metode pengumpulan data, teknik analisis dan pembuatan pelaporan.

 

B. Tujuan Instruksional Umum :

 

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang beberapa teori/konsep dan pengertian tentang metode Penelitian Bisnis/Sosial

 

C. Tujuan Instruksional Khusus:

 

  1. 1.      Mahasiswa dapat memahami teori-teori/konsep dasar Metodr logi penelitian, sehingga mampu untuk menyusun suatu penetapan kebijakan, menerapkam, menganalisa dan mengevaluasi kebijakan bisnis tersebut dalam penyelenggaraan bisnias.

 

RENCANA MATERI PERKULIHAAN

METODE PENELITIAN BISNIS/SOSIAL

Mata kuliah     : Metode penelitian Bisnis       Kredit                          : 3 SKS

Kode MK        :                                                           Semester                          : III

Dosen              : DR. J. Soenarmo.                              Waktu Tatap Muka     : 150 menit

No TATAP MUKA KE POKOK BAHASAN MATERI METODE BAHAN/ALAT
1 I dan II

Konsep Dasar penelitian Bisnis/Sosial

¨      Pengertian

¨      Jenis

¨      Proses

¨      Ceramah

¨      Diskusi

¨      Alat Tulis

¨      OHP

2 IIIdan IV

Masalah, variabel ,Paradigma penelitian, teori dan hipotesis

¨      Masalah dan Variabel

¨      Paradigma

¨      Landasan teori

¨      Pengajuan Hipotesis

¨      Ceramah

¨      Diskusi

¨      Alat Tulis

¨      OHP

3

 V Dan VI

Eksperimen, Populasi dan sampel

¨      Penelitian eksperimen

¨      Populasi dan sampel

¨      Ceramah

¨      Diskusi

¨      Atk

¨      OHP

4 VII dan VIII Skala pengukuran, Pengumpulan data

¨      Macam2 skala

¨      Instrumen

¨      Validitas dan reliabilitas

¨      Ceramah

Diskusi

¨      Alat Tulis

OHP

5 IX dan X

Teknik Analisis data dan pengujian hipotesis

¨      Teknik Analisis data dan pengujian hipotesis

¨      Ceramah

¨      Diskusi

¨      Alat

¨      OHP

6 XI dan XII

Penyusunan judul ,rancangan dan pelaporan

v  Penyusunan judul

v  rancangan

v  pelaporan

¨      Ceramah

¨      Diskusi

¨      Alat Tulis

¨      OHP

6 XIII dan XIV

Seminar

¨

¨

¨

10 XV UAS

REFERENSI :

 

  1. Almal‑Buchad. Pengantar Bisnis, Alfabeta, Bandung, 1998
  1. Ann Majchrzak, Methode for Policy Research, sage Publication,       Bevedy Hills, London, 1984.
  1. Emory, Business Research Methods, Richard D. Irwin Inc. 1985

.

  1. Hunsberger Crof, et all, Statistical Inference for Management and Economic, LowaStateUniversity, 1980.
  1. Kidder Louise, Research Methods instrumen Social Relation, Holt, Rinehart and Winston, 1981.
  1. Moorhead, Griffen, Organizational Behaviour, Houghton Mifflin Company, 1986.
  1. Rossi, Wright, Ande4son, Handbook of Survey Research, Quantitative Studies instrumen Social RelatioAs, Academic Press, Inc., 1973.
  1. Sugiyono, Metode penelitian Bisnis, Penerbit Alfabet, Bandung, 2002
  1. Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid 1, 2, UGM, 1986.
  1. Uma    Sekaran, Research Methods for Business, Southern illinois University at Carbondale, 1984.
  1. Young Pauline, Scientific Social Survey and Research, Prentice Hall of India Private limited, 1982.

 

 

 

 

 

METODE PENELITIAN BISNIS/SOSIAL.

 

A.   PENGERTIAN

Metode Penelitian  adalah  (1) cara ilmiah untuk mendapatkan (2) data dengan (3) tujuan dengan (4) kegunaan) tertentu

  1. 1.     Cara Ilmiah, berarti kegiatan penelitian ini didasarkan pada ciri ciri keilmuan. Yaitu (a) rasional (b) empiris (c) sistematis.
    1. a.     Rasional masuk akal secara nalar oleh manusia.
    2. b.     Empiris, cara2 yang dilakukan dapat diamati oleh manusia, sehingga orang lainpun bisa melakukan pula.
    3. c.      Sistematis, prosesnya tertentu, langkahnya logis.
  1. 2.     Data, data hasil penelitian adalah data empiris (teramati), mempunyai kriteria valid. Valid, adalah penunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya yang terjadi pada obyek penelitian. Untuk mendapatkan data yang valid maka perlu adanya pengujian (a) reliabilitas dan (b) obyektivitas.
    1. a.     reliabilitas, adalah konsistensi atau keajegan data dalam waktu interval tertentu.
    2. b.     Obyektivitas, kesepakatan antar banyak orang terhadap suatu obyek yang sama.
  1. 3.     Tujuan suatu penelitian yaitu yang berifat (a) penemuan (b) pembuktian (c) pengembangan.
    1. a.     Penemuan,  Data yang diperoileh memang betul2 sebelumnya belum ada atau belum pernah diketahui.
    2. b.     Pembuktian, data yang diperoleh dipergunakan untuk pembuktian terhadap informasi atau pengetahuan yang ada.
    3. c.      Pengembangan, data untuk melengkapi  atau memperdalam pengetahuan yang telah ada.
  1. 4.     Kegunaan tertentu,  data dan informasi tersebut digunakan untuk (a) memahami, (b) memecahkan dan (c) mengantisipasi masalah.
    1. a.     memahami, memahami atau memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu.
    2. b.     Memecahkan, berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah.
    3. c.      Mengantisipasi, berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi

Kesimpulan. Metode penelitian Bisnis/Sosial dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang validdengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisdipasi dalam bidang Bisnis/Sosial.

  1. B.   JENIS JENIS PENELITIAN
  1. 1.     Jenis2 penelitian antara lain dapat dikelompokkan (kelompok ke I) sbb (a) penelitian akademik (b) Penelitian profesional /pengembangan ilmu (c) penelitian institusional atau kebijakan atau pengambilan keputusan.
    1. a.     Penelitian akademik, suatu penelitian edukatif  dengan basic cara betul, variabel dan sistem analisa terbatas pula misal : skripsi, tesis dan disertasi.
    2. b.     Penelitian profesional, tujuannya mendapatkan pengetahuan baru, (Dosen, peneliti dll) variabel lengkap, analias sesuai keperluan, valid, reliable
    3. c.      Penelitian kebijakan. Untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan pengembangan lembaga, dengan penekanan validitas eksternal, variabel lengkap, analisis sesuai dengan keperluan.
  1. Jenis2 penelitian antara lain dapat dikelompokkan (kelompok ke II) sbb :

Tujuan

Metode

Tingkat Eksplanasi

Analisis dan Data

  1. Murni
  2. Terapan
  3. Survey
  4. Ex Post Facto
  5. Eksperimen
  6. Naturalistik
  7. Policy research
  8. Action Research
  9. Evaluasi
  10. Sejarah
  11. Deskriptif
  12. Komparatif
  13. Asosiatif
  14. Kuantitatif
  15. Kualitatif
  16. Gabungan.

 

  1. D.   Macam 2 Data Penelitian.

 

Data diperoleh dari instrumen yang menggunakan skala nominal, ordinal interval dan ratio.

1. Kualitatif
Macam2 data 2.1 Diskrit
2. Kuantitatif 2.2.1. Ordinal
2.2 Kontinum 2.2.2. Interval
2.2.3. Ratio
  1. Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat.
  2. Data kuantitatif data yang benbentuk angka’
  3. Data diskrit adalah yang dapat digolongkan secara terpisah misal jumlah mahasiswa 50 orang terdiri atas 30 orang laki2 dan 20 orang perempuan.
  4. Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan terdiri
  5. data ordinal jarak tidak sama
  6. .data interval  walaupun mulai negatif tetap punya nilai.
  7. Data ratio mutlak 0 sampai tak terhingga.

 

  1. E.   Ruang Lingkup penelitian Bisnis/Sosial.

 

  1. a.     bagikan kertas.
  2. b.     Tuliskan ruang lingkup penelitian apa saja
  3. c.      Dsikusikan
  4. d.     Kelompokkan.
  1. F.    Penelitian Bisnis/Sosial yang baik (menurut Emori 1985)

 

  1. a.     Masalah dan tujuan penelitian harus dirumuskan dengan baik.
  2. b.     Prosedur penelitian harus duijabarkan secara rinci.
  3. c.      Prosedur dalam rancangan penelitian (pproposal harus jelas dan teliti.)
  4. d.     Peneliti harus membuat laporan lengkap.
  5. e.      Analisis fdata harus tepat.
  6. f.       Setiap kesimpulan harus didukung data.
  7. g.     Hasil penelitian harus dapat dipercaya

II. Masalah, Variabel dan Paradigma Penelitian.

A.   Masalah

  • Masalah yaitu penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar2 terjadi.(Stonner 1982 :257)
  • Masalah yaitu suatu keadaan atau kondisi yang tidak menyenangkan bagi seseorang, tetapi belum tentu bagi orang lain.
  1. Masalah dan cara pemecahannya Suatu penelitian dilakukan guna mendapatkan suatu data dalam rangka memecahkan masalah.jadi semua penelitian selalu berangkat dari masalah? Untuk itu ketepatan pemilihan masalah yang betul2 masalah berarti sudah menyelesaikan 50 % kegiatan penelitian.

Hubungan antara ketepatan memilih masalah dan cara pemecahannya.

Ketepatan masalah

Ketepatan cara pemecahan

a.     Masalah benar.

  1. Masalah Benar
  2. Masalah salah
  3. Masalah salah
  4. Cara pemecahan benar
  5. Cara pemecahan salah
  6. Cara pemecahan benar
  7. Cara pemecahan salah
  1. Sumber masalah, antara lain mencakup:
    1. a.     terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan.
    2. b.     Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan.
    3. c.      Ada pwengaduan
    4. d.     Ada kompetisi

 

  1. 3.     Rumusan masalah yang baik.
    1. a.     Masalah harus feasible  (daana, waktu, teknologi dll)
    2. b.     Masalah harus jelas. (persepsi sama)
    3. c.      Masalah harus significant( memberi kontribusi terhadap ilmu dan manusia)
    4. d.     Masalah harus bersifat etis.
    5. e.      Dinyatakan dalam kalimat tanya, atau alternatif secara implisit mengandung pertanyaan.
  1. Bentuk bentuk masalah penelitian.
    1. a.     Permasalahan deskriptif, suatu pertanyaan terhadap variabel mandiri baiuk satu atau lebih (Contoh : (1) seberapa tinggi produktivitas belajar mahasiswa STIE,  (2) seberapa baik interaksi Mahasiswa STIE dengan lingkungannya, (3) Bagaimana sikap …. (4) Seberapa tringgi efektivitas, …… (5) seberapa tinggi motivasi belajar ….. dll.)
    2. b.     Permasalahan komparatif, yaitu penelitian yang membandingkan satu variabel dengan variabel lainnya ( misal : (1) Seberapa perbedaan produksivitas kerja mahasiswa STIE  Lido dengan STIE Cipanas) dll.
    3. c.      Permasalahan asosiatif, yaitu hubungan antara dua variabel atau lebih a.l sbb:

1). Hubungan simetris,  hubungan dua variabel yang munculnya sama misal apakah ada hubungan antara radio diperdesaan dengan perkembangan jumlah ayam dan kambing.

2). Hubungan kasual, yaitu hubungan sebab akibat ydisini ada variabel dependent dan independent (misal Seberapa besar pengarus sistem hnorarium terhadap prestasi kerja)

3).  Hubungan interaktif/resiprocal/timbal balik, hubungan saling mempengaruhi tetapi tidak tahu mana yang dependent dan independent ( Misal hubungan antara motivasi dan prestasi belajar mahasiswa STIE)

  1. Variabel penelitian.

q  Variabel penelitian adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga memperoleh informasi tentang hal tersebut

q  Variabel penelitian adalah atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya (Hatch dan Farhadi, 1981)

q  Variabel penelitian adalah atribut keilmuan  atau kegiatan tertentu yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lainnya (Stoner, 1982)

q  Variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari (Kerlinger 1971)

Dinamakan variabel karena ada variasinya ( berat badan, motivasi, persepsi, dl

Macam2 variabel antara laian:

  1. Variabel independent (Bebas)
  2. Variabel dependent (terikat)
  3. Variabel moderator (mempengaruhi variabel bebas dan terikat)
  4. Variabel intervening (tidak bisa diamati)
  5. Variabel kontrol

 

 

  1. Paradigma penelitian.

Suatu penelitian yang ilmiah, perlu dilandasi suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan, dan hubunhgan gejala sebab akibat, sehingga seorang peneliti dapat fokus atas penelitian yang dilakukan.

 

Pola hubungan inilah yang selanjutnya disebut dengan paradigma penelitian.

Sehingga Paradigma Penelitian adalah pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang diteliti, yang sekaligus mencerminkan jenis dan (1) jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab dalam penelitian (2) teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, (3) jenis dan jumlah hipotesis, (4) dan teknis analiasis statistik yang digunakan.

  1. Beberapa Paradigma atau model penelitian kuantitatif.
    1. Paradigma sederhana, paradigma ini menggunakan satu variabel dependent dan satu variabel independent.

1). Jumlah rumusan masalah (deskriptrif dan asosiatif)

2). Teori yang digunakan

3). Hipotesis yang dirumuskan

4). Teknik analisis data.

  1. Paradigma sederhana berurutan, menunjukkan hubungan antara satu variabel independent dengan satu variabel dependent secara berurutan.

X1 = Kualitas bahan baku

X2 = Kualitas pengerjaan

X3 = Kualitas barang yang dihasilkan

Y = Kepuasan pembeli.

  1. Paradigma ganda dengan dua variabel independent ( 3 rumusan deskriptif dan 4 rumusan assosiatif) dengan analisa tiga korelasi ganda dan satu korelasi ganda.
  1. Paradigma ganda dengan tiga variabel independent
  2. Paradigma ganda dengan dua variabel dependent
  3. Paradigma ganda dengan dua variabel dependent dan independent

Keterangan:

X1 = Partisipasi masyarakat

X2 =  MBS

Y1 = Partisipasi murid

Y2 = kepuasan Guru

  1. Paradigma jalur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I.      Landasan Teori, dan Pengajuan Hipotesis.

Setelah langkah pertama yaitu perumusan masalah maka langkah berikutnya adalah mencari teori-teori, konsep konsep dan generalisasi suatu hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai landasan teoritis untuk suatu penelitian.

A.   Deskripsi teori.

q  Teori adalah alur logika atau penalaran yang merupakan seperanmgkat konsep, definisi, proposisi  yang disusun secara sistematis, dan mempunyai tiga unsur yaitu (1) menjelaskan (2) meramalkan (3) pengendalian.

  • Fungsi Menjelaskan  dab mempertajam ruang lingkup variabel yang diteliti.
  • Fungsi meramalkan atau prediksi atau pemamdu untuk menemukan fakta untuk menyusun hipotesis dan instrumen penelitian.
  • Fungsi pengendalian atau kontrol digunakan untuk mencandra atau membahas hasil penelitian selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah.

q  Deskripsi teori yaitu suatu uraian secara sistematis tentang teori (bukan sekedar pendapat para pakar) dan hasil penelitian yang relevan dan terkait dengan variabel yang diteliti, melalui pendifinisian, dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. Adapun langkah deskripsi teori adalah sbb:

  • Tetapkan variabel
  • Cari sumber sumber bacaan
  • Lihat daftar isi setiap buku
  • Cvari definisi setiap variabel
  • Baca seluruh isi topik
  • Deskripsikan teori menjadi definisi konseptual

B.   kerangka berpikir

Kerangka berpikir adalah suatu model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan faktor yang telah diindetifikasikan sebagai masalah yang penting. Serta menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti.  Kemudian disyntesaikan tentang hubungan variabel yang telah dideskripsikan dan selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis.

Adapun urutan untuk membuat kerangka berpikir yang baik adalah sbb:

 

  • Menetapkan variabel
  • Membaca buku dan hasil penelitian
  • Deskripsi teori dan hasil penelitian
  • Analisis kritis terhadap teori dan hasil penelitian
  • Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian.
  • Sysntesa dan kesimpulan

C.   Hipotesis.

Hipotesis adalah langkah lanjutan dalam penelitian, tetapi tidak semua penelitian perlu hipotesis, sebagi contoh penelitian eksploratif  atau deskriptif kadang2 tidak perlu hipotesis.

q  Hipotesis Penelitian adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, yang disusn dalam kalimat pertanyaan, berdasarkan teori yang relevan bukan kenyataan empiris dilapangan, jadi hipotesis bukan jawaban empirik dan perlu untuk dibuktikan.

q  Hipotesis Statistik digunakan apabila penelitian menggunakan sampel dari suatu pipilasi.

q  Hipotesis kerja yaitu hipotesis yang disusun berdasar teori yang ada berupas jawaban sementara yang akan diuji dan dinyatakan dalam kalimat positif

q  Hipotesisi Nol adalah lawan dari hipotesis kerja  karena ada keraguan dalam kebenaran teori yang ada dinyatakan dalam kalimat negatif

Bentuk bentuk hipotesis dalam penelitian sangat terkait dengan rumusan masalah penelitian antara lain sebagai berikut:

  1. Hipotesis deskriptif, merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif. Sebagai contoh sbb:

Rumusan Masalah Deskriptif Seberapa tinggi semangat belajar mahasiswa STIE Lido?

Hipotesis Deskriptif, Semangat belajar mahasiswa STIE Lido paling sedikit 75 % sdari kriteria ideal yang telah ditetapkan.

Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb:

r = Hipotesis yang berbentuk prosentase

a. Ho  : r = 75%

Ha : : r ¹ 75%

  1. Hipotesis komparatif merupakan jawaban sementara terhadap masalah komparatif biasanya varaibel berbeda sampel sama atau sampael berbeda dan variabel sama dan  dirumuskan sbb:

Rumusan Masalah komparatif apakah ada perbedaan semangat belajar mahasiswa STIE Lido dan mahasiswa STIE Cipanas?

Hipotesis Komparatif, Ada  perbedaan Semangat belajar mahasiswa STIE Lido dengan STIE Cipanas .

Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb:

m = rata2 (populasi) semangat belajar Mahasiswa

a. Ho  :   m1   =   m2

Ha : :   m¹ m2

  1. Hipotesis asosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan asosiatif dan  dirumuskan sbb:

Rumusan Masalah asosiatif apakah ada perbedaan antara semangat belajar mahasiswa STIE Lido dengan berat badan  mahasiswa?

Hipotesis Komparatif, Ada  perbedaan nyata antara Semangat belajar mahasiswa STIE Lido dengan berat badan .

q

 = 0,   berarti tidak ada hubungan

¹  0, berarti ada hubungan

r = nilai korelasi daklam formulasi yang di

Hipotesiskan

Hiopotesis statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) yang dirumuskan sbb:

a. Ho  : r = 0

Ha : : r ¹  0

Karakteristik hipotesis yang baik:

  1. Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri, perbandingan keadaan variabel pada berbagai sampel, dan merupakan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
  2. Dinyataklan dalam kalimat yang jelas, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran.
  3. Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode2 ilmiah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KERANGKA UMUM PENELITIAN.

METODE PENELITIAN EKSPERIMENT

 

One Shoot case Study

Setelah saudara mengetahui apa penelitian kuantitatif dan kualitatif maka sakah satu bagian terpenting dari metode kuantitatif adalah metode eksperimen, yang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu adanya kontrol, secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.                 Pre Experimental Design. (eksperiment sungguh2)

 

Eksperiment sungguh2 karena

v masih terdapat variabel luar yang mempengaruhi terhadap terbentuknya variabel dependent, sehingga hasil eksperiment bukan saja dipengaruhi variabel bebas (Independent) saja ,

v disamping itu tidak ada variabel kontrol,

v sampel tidak dipilih secara random

v Variabel luar tidak dikontrol

  1. One Shot case Study.

Paradigma penelitian ini dapat dibaca sebagai  berikut : terdapat suatu kelompok  diberi treatment/perlakuan  dan selanjutnya diobservasi hasilnya yang dapat digambarkan sbb:

 

 

Independent (Bebas)                        Dependent (terikat)

Misal : Pengaruh Pendidikan Propgram SI/S2 STIE (X) terhadap prestasi kerjanya  (Y)

( Ada sekelompok pegawai yang dididik Strata SI/S2, kemudian setelah selesai  dan bekerja beberapa bulan kemudian diukur prestasi kerjanya.

  1. b.     One Group Pre –Post Test

 

Perbedaan dengan Pola a adalah dalam design ini ada pree test, sehingga hasil lebih akurat karena kita tahu berapa prestasi kerja sebelum mengikuti pendidikan SI/S2.

 

 

Pree test                                    Independent (Bebas)                        Dependent (terikat)

 

c.      Intac group Comparison.

 

Dalam penelitian ini caranya dalam satu kelompok misal kelas dibagi 2  group yaitu group 1 diberikan perlakuan dan group 2 sebagai kontrol atau tidak diberi perlakuan

 

 

Independent (Bebas)                                                     Dependent (terikat)

2.                 True experimental Design (Eksperimen yang betul2)

Dalam penelitian ini semua variabel luar yang mempengaruhi dikontrol sehingga validitas internal dapat dijaga tinggi. Dengan ciri2 sbb:

v Semua sampel dipilih secara random atau acak dari populasi tertentu.

v Semua variabel luar dikontrol

 

  1. a.     Post Test Control Design.

Dalam suatu populasi dipilih secara random yang dibagi dalam dua kelompok, kelompok satu diberi perlakuan dfan kelompok kedua sebagai kontrol, kemuadian hasilnya dilihat dan dianalisa dengan t test kemudian dibandingkan , kalau ada perbedaan significant maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara significant:

 

 

  1. Pree Test Control Group Design

Dalam suatu populasi dipilih secara random yang dibagi dalam dua kelompok, kelompok satu diberi perlakuan dan kelompok kedua juga diberi perlakuan sama, kemudian hasilnya dilihat dan dianalisa dengan t test kemudian dibandingkan ,

Hasilnya harus tidak ada beda nyata, kalau ada berarti eksperiment salah.

 

3, Faktorial Design

Merupakan modifikasi dari true eksperimental karena adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan variabel bebas terhadap hasil variabel terikat Caranya sebagai beriikut :

v 4 Kelompok penelitian dipilih dari populasi secara random (01, 02, 03, 04)

v variabel moderator kemudian ditetapkan misalnya jenis kelamin.(Y1 dan Y2)

v Sehingga didapat 2 kelompok laki2 dan dua kelompok perempuan

v Kemudian kelompok 01,  dan 03,   diberi treatmen yang sama,  demikian pula untuk  02, dan 04 diberi treatmen yang sama pula

v Hasilnya kemudian dianalisa dan dibandingkan

Keterangan “

Y1 = Laki2

Y2 = perempuan

R = Random

O = Observasi

T Treatment

Y1O5

Y1O6

Y2O7

Y2O8

 

Misal : pengaruh metode pembelajaran di STIE terhadap prestasi mahasiswa dibedakan berdasarkan jenis kelamis:

Hasil analisa:

  1. pengaruh metode pembelajaran di STIE terhadap prestasi mahasiswa laki2 hasilnya sbb  (O- O1 ) –  (O- O2 )
  2. pengaruh metode pembelajaran di STIE terhadap prestasi mahasiswa perempuan hasilnya sbb  (O- O3 ) –  (O- O4 )
  3. bila hasil berbeda antara a dan b maka pengaruh perbedaan ini bukan metode pembelajarannya tetapi variabel moderatornya (laki2 dan perempuan) mempunyai kemampuan pwenyerapan yang berbeda,

 

Metode lainnya apabila tertarik bisa saya ajarkan khusus

POPULASI DAN SAMPEL

 

  1. A.   Populasi 

Populasi adalah wilayah generilisasi yang terdiri atas  obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karasteristuik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

 

  1. B.   Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karasteristuik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Mengapa peneliti harus menggunakan sampel:

 

  1. peneliti tidak mungkin meneliti semua yang ada dalam populasi.
  2. keterbatasan dana
  3. keterbatasan waktu
  4. keterbatasan tenaga

pengambilan sampel harus representatif (mewakili) dan benar dari suatu populasi, bila salah akan menimbulkan interpretasi yang berbeda yterhadap suatu masalah yang sama.

  1. teknik Sampling.

Adalah teknik pengambilan sample yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Menentukan jumlah sampel
  1. Jumlah sampel sam dengan jumlah populasi misal sampel 100 semua dijadikan responden/sampel
  2. Jumlah sampel berdasarkan Isaac dan Michael untuk tingkat kesalahan 1, 5 dan 10 % adalah sebagai berikut:

Lihat tabel atau hitung?

S = sampel                   ,d = 0,05

N = jumlah populasi    P = Q = 0,5

Λ = dk = 1 taraf kesalahan ? Y1 =

Menentukan Populasi

Menentukan sampel ??

SKALA PENGUKURAN.

Dalam penelitian kuantitatif maka peneliti akan menggunakan Instrumen sedangkan dalam penelitian kuantuitatif peneliti digunakan sebagai instrumen karena menggunakan key instrument.

Jumlah instrumen harus sama dengan variabel yang dibuat, instrumen sudah ada yang baku sedang yang dibuat oleh peneliti harus diuji dahulu validitas dan reliabilitasnya.

A, Macam2 skala pengukuran.

  1. Skala Likert digunakan untuk mengukur  sikap, pendapat,  dan persepsi perorangan atau kelompok orang tentang fenomena Bisnis/Sosial.  Variabel dijabarkan menjadi indikator, indikator dijabarkan dalam item item pernyataan atau pertanyaan. Gradasi jawaban dari sangat positif sampai sangat negatif sebagai contoh sbb:
  1. Sangat baik sekali                    5
  2. Baik sekali                     4
  3. Baik                               3
  4. Tidak baik                     2
  5. Tidak baik sekali           1
  1. Sangat setuju,                     5
  2. Setuju                                 4
  3. Ragu ragu                           3
  4. Tidak setuju                        2
  5. Sangat tidak setuju             1
  1. Skala Guttman digunakan untuk mendapat jawaban yang tegas terhadap suatu masalah jawabannya hanya 2, contoh:  (1) a. =benar b,= salah (2) a = setuju b tidak setuju dll
  2. Skala  Osgood, digunakan untuk mengukur sikap dan bentuknya check list dari sangat positif sampai sangat negatif sebagai contoh

Penilaian gaya kepemimpinan

Bersahabat

5

4

3

2

1

Tepat janji

5

4

3

2

1

Demokratis

5

4

3

2

1

Memberikan kepercayaan

5

4

3

2

1

(Ketiga pola diatas dari data kualitatif, dikuantitaifkan )

  1. Rating Scale, adalah data mentah yang diperoleh dengan angka  kemudian ditafsirkan menjadi kualitatif sebagai contoh

Mohon dijawab sesuai dengan nurani Saudara, bagaimana persepsi saudara sebelum dan sesudah pelatihan dalam bidang

Pengetahuan sebelum mengikuti Diklat

Mata pelajaran

Pengetahuan sesudah mengikuti Diklat

0

1

2

3

MPS

0

1

2

3

0

1

2

3

Manajemen Quantitative

0

1

2

3

0

1

2

3

Ekonomi Makro

0

1

2

3

0

1

2

3

Ekonomi Mikro

0

1

2

3

 

B. Instrumen penelitian

Instrumen pada saat ini ada yang sudah siap digunakan oleh peneliti yang dikembangkan oleh orang lain dan ada instrumen yang dikembangkan oleh peneliti sendiri dibawah ini adalah salah satu contoh sebuah instrumen yang dikembangkan oleh seorang peneliti:

Kisi2 variabel Efektivitas Kerja Pelaksanaan MBL

 

Variabel

 

Indikator

 

Pernyataan

 

Penilaian

1

Effektivitas

kerjaAHubungan  dan inter-

aksi dalam kelompok

Direksi dengan

Staf

1

Saya berpendapat bahwa seluruh anggota

a

Sangat setuju sekali Pelaksana 

an MBL  Direksi suka berinteraksi antar

b

Sangat setuju    anggota Direksi

c

Setuju  

d

Kurang Setuju    

e

Tidak Setuju

2

Beberapa anggota Direksi yang tidak

a

Sangat setuju sekali     sukai, mereka tidak suka berinteraksi dengan

b

Sangat setuju     anggota lainnya

c

Setuju

d

Kurang Setuju

e

Tidak Setuju

3

Anggota Direksi yang saya sukai

a

Sangat setuju sekali     senang menjalin persahabatan dan berinterak

b

Sangat setuju     si dengan anggota Direksi lainnya

c

Setuju

d

Kurang Setuju

e

Tidak Setuju 

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

VALIDITAS INSTRUMEN : Alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid . Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

SKEMA TENTANG INSTRUMEN DAN CARA CARA PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS .

RELIABILITAS INSTRUMEN : adalah alat ukur berupa instrumen tersebut apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama.

 

III.TEKNIK PENGUMPULAN DATA

  • Kualitas Data  dipengaruhi oleh , kualitas instrumen penelitian, kualitas pengumpulan data,
  • Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara
  1. Setting  mencakup :
  • Seting alamiah
  • laboratarium
  • eksperimen
  • dll
  1. Sumber data
  • Data primer
  • Data sekundair
  1. Cara pengumpulan data
  • Interview (wawancara)
    • Terstructur (dengan instrumen dan tahu secara pasti informasi yang akan diperoleh.
    • Tidak terstructur, hanya garis besar penyusunan saja.
    • Kuesioner ( angket), responden diberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawabnya. Yang menyangkut dan perlu diperhatikan
      • Isi dan tujuan pertanyaan
      • Bahasa yang digunakan
      • Type dan bentuk pertanyaan
      • Pertanyaan tidak mendua
      • Tidak menanyakan yang sudah lupa
      • Pertanyaan tidak menggiring
      • Penjang pertanyaan  sebaiknya 20 s/d 30 pertanyaan
      • Urutan pertanyaan dari umum ke spesifik
      • Observasi (Pengamatan),  suatu pengamatan yang tidak terbatas nulai dari orang sampai benda yang tidak bisa ditanya, bentuk2 observasi adalah:
        • Observasi berperan serta, terlibat langsung dengan orang yang diamati yang digunakan sebagai sumber data.
        • Observasi non partisan, peneliti sebagai pengamat independent.
        • Observasi terstructur, dirancang dengan sistematis, tentang apa yang akan diamati dan dimana tempatnya
        • Observasi tidak terstructur, tidak dipersiapkan secara sistematis

II.   PENGOLAHAN DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS

  1. PENGOLAHAN DATA

Pada prinsipnya pengolahan data (analisis) ada dua cara , hal ini tergantung pada datanya  yaitu

  1. Analisis non statistik, dilakukan terhadap data kualitatif, dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar akarnya masalah dilihat dari berbagai segi. Data yang diukumpulkan bukanlah secara random atau mekanik, tetapi dikuasai oleh pengembangan hipotesis. Apa yang diketemukan pada suatu saat adalah satu pedoman yang langsung terdapat apa yang akan dikumpulkan berikutnya dimana akan dicari.
  1. Analisis Statistik, berangkat dari data kuantitatif yang terbagi atas:
  1. Statistik deskriptif, yang ditujukan untuk penjajagan atau pendahuluan dan tidak menarik kesimpulan hanya memberikan gambaran secara deskriptif.
  2. Statistik inferensialdipergunakan jika peneliti akan memberikan interprestasi mengenai data, atau ingin menarik kesimpulan data yang dihasilkan

2.PROSEDUR ANALISIS DATA.

  1. Penyusunan Data. Antara lain mencakup:
  •  Hanya memasukkan data yang penting dan benar2 dibutuhkan
  • hanya memasukkan data yang obyektif
  • Hanya memasukkan data yang autentik
  • Perlu dibedakan data dan informasi, dengan kesan pendapat pribadi.
  1. Pengolahan data
  • Pengklasifikasikan data
  • Koding
  • Tabulasi
  1. PENGUJIAN HIPOTESIS

Pengujian hipotesis adalah cara menentukan apakah data sampel beda nyata atau tidak, sehingga bila hipotesis non diterima maka hiopotesis alternatih ditolak dan sebaliknya.

 

Hipotesis Statistik

a.        Ho : ry1    = 0            b. Ho :  ry2      = 0

                                                                                     H1    :   ry1   > 0            Hry2      > 0

c.         Ho :  ry3     = 0             d. Ho :  Ry. 123  = 0

                                                                                     Hry3     > 0                 H: Ry. 123     > 0

 

1. Pengujian Distribusi Normal :

  1. Luas daerah yang  diarsir seluruhnya adalah 0,05 dan bilangan ini disebut taraf nyata ( α ) dari pengujian

Distribusi normal sebagai dasar penujian dilukiskan sebagai berikut:

Luas daerah yang diarsir seluruhnya adalah 01,05 dan bilangan ini (0,05) disebut taraf nyata (cc) dari pengujian. Kriterianya adalah:

1.     Tidak H, pada taraf nyata 0,05 bila nilai z terletak di luarselang (‑1,96 +1,96)  yaitu bila z>1,96 atau z<‑1,96.

2.     Terima H, pada taraf nyata 0,05 bila nilai z terletak dalam selang             (‑1, +1,96).

3.     Taraf nyata lainnya biasa dipakai 0,01 dengan selang (‑2,58 +2,58).

Ada dua macarn pengujian yaitu pengujian dua arah atau dua ekor dain perigujian satu arah atau satu ekor. flengujian mana yang digunakan bergantung kepada hipotesis alternatif. Jika Hi diliyatakan p# q maka digunakan pengujian ,,Itia arah, namun bila H, : p > q maka gunakan pengujian satu arah.

Untuk pengojian, dua aralt:

Menenttikan titik kritis pengujian distribusi normal gunakan tabel distribusi normal z.

  1. Pengujian dengan sampel besar, dengan populasi tak terhingga, untuk ini digunakan nilai rata2 dan variansi. Dengan cara sebagai berikut:
  1. Pengujian untuk rata2

misal sebagai berikut: data dari 100 Penyuluh terlihat bahwa kenaikan pangkatnya rata2 60 bulan 1 kali, dengan simpangan baku 5 bulan, sedangkan menurut ketentuan kepegawaian kenaikan pangkat 48 bulan, yang benar mana???

Ho  = 48 bulan   dan  H1    ≠ 48 kita ambil α  = 0,05

60  –  48

Z =                     = 2,80

5

  1. Pengujian Proporsi

Misal  Staf Sekretariat STIE Lido mengatakan bahwa  90 % staf PPL yang berasal dari Dinas Manajemen yang ikut tes  diterima di STIE Lido, sedangkan seluruh peserta tes adalah 200 orang, dan yang diterima di Lido hanya 160 orang , benarkah pernyataan itu:

N = 200,  X = 160 ; α  = 0,05

                                    Ho : r    = 0,009 ;    Hi : r    < 0,009 (Uji satu skor)

=  4,73

 

c. Pengujian selisih dua rata2

Misal dua kelas parallel masing2 terdiri atas 50 dan 60 orang, nilai rata2 ujian MPS adalah 71 dengan simpangan baku 7 dan 74 dengan simpangan baku 8 apakah ada beda nyata:

d. Pengujian selisih dua proporsi

Misal dua kelas parallel dengan murid masing2 100, kelas A diberikan pelajaran beternak ayam dengan teori dan praktek, sedangkan kelas B hanya teori saja, setelah itu diadakan tes maka kelas  nilainya = 70 dan B = 60, efektifkajh pemberian praktek beternak ayam?

Misalkan kelas A dengan teori dan praktek adalah p1 kelas B hanya teori saja adalah p2

Harga z ternyata lebih kecil dari 1,645 (uji satu ekor) pada taraf nyata 0,05. Dengan demikian terima Ho atau tolak H,. Artinya teori dan praktek ternak ayam tidak efektif, perbedaan hanya faktor kebetulan.

  1. Pengujian dengan sampel kecil

Misal untuk menguji prestasi bahasa inggris mahasiswa STIE dengan skor rata2 60 ,m dengan taraf beda nyata 0,05, sampel diambil masing2 10 orang tiap tiap jurusan menhasilkan rata2 nilai 63,5 dengan taraf simpangan baku 4,8

Ho : X  = 60

Hi  : X  ¹  60   dengan  a = 0.05 derajat bebas = n –1 = 9

Dalam tabel distribusi t diperoleh nilai tabel untuk a = 0.05  adalah 2,2632 (dua arah)

Nilai t = 2,187 < 2,265 sehingga Ho diterima dan Hi ditolak, artinya [prestasi mahasiswa tersebut benar sebesar 60

  1. Pengujian selisih dua rata2 (uji t)

Misalkan menguji prestasi mahasiswa jurusan manajemen dan komputer STIE , dalam pelajaran BI, Lido diambil 15 ms; dengan hasil tes 75 dengan simpanan baku 5, sedang Puncak sebanyak 10 ms, 70 dengan simpanan baku 4, pengujian dengan alpha = 0,05 , dengan jerajat bebas n1 + n2 –2 = 23

Nilai tabel untuk cc = 0,05 dengan derajat bebas 23 adalah 2,069. Dengan dernikian t dihitung lebih kecil daripada t tabel atau 0,80 < 2,069. Berarti H. diterima dan Hi ditolak. Kesimpulan tidak ada perbedaan prestasi Bahasa Indonesia antara jurusan Al dengan A 2′

Uji t lainnya dengan menggunakan salah baku perbedaan A-n rnti-rnta (S)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A . Regresi Linier Sederhana

 

Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen,

Persarnaan urnum regresi linier sederhana adalah

Y  =  a  +  bX

Dimana

y             Subyek dalarn variabel depenclen yang diprediksikan.

a              Harga Y bila X = 0 (harga konstan)

b.            Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabeldepenclen yang didasarkan pada variabel independen, Bila b ( + ) maka naik, clan bilamana terjadi penurunan.

x             Subyek pada variabel indepenclen yang mempunyai nilai tertentu.

Secara teknis harga b merupakan tangen dari (perbandingan) antara panjang garis variabel dependen, setelah persarnaan regresi ditemukan,

Lihat gambar berikut :

Dimana

r        Koefisien korelasi product moment antara variabel X

dengan variabel Y

s,      Simpangan baku variabel Y

s,      Simpangan baku variabel X

Jadi harga b rnerupakan fungsi dari koefisien korelasi. Bi!a koefisien korelasi tinggi,maka harga bjuga besar, sebaliknya bila koefisien korelasi rcndah maka harga b juga rendah (kecil). Selain itu bila koefisien korelasi negatif maka harga juga negatif, dan sebaliknya bila koefisien kofe!asi positif maka harga b juga positif.

Seiain itu harga a dan b dapat dicari dengan rumus berikut:

Contoh perhitungan regresi linier sederhana

Data berikut adalah hasil pengamatan terhadap nilai kualitas layanan (x) dan nilai rata‑rata penjualan barang terlentu tiap bulan, Data kedua variabel diberikan pada tabel berikut.

Untuk menghitung persamaan regresuinya, maka diperlukan penolong sbb:.

b. (Menghitung harga a dan b dengan rumus

Harga b dapat dihitung dengan rumus tersebut , tetapi terlebih dah, dihitung korelasi antara nilai kualitas layanan dan nilai rata‑rata penjuala, barang. Harqa a dapat dicari dengan rumus berikutnya.

c. Menyusun persamaan regresi

Setelah harga a dan b ditemukan, maka persamaan regresi linier, sederhana dapat disusun. Persamaan regresi nilai layanan dan nilai rata. rata penjualan barang tertentu tiap bulan adalah seperti berikut

‑Y = 93,85 +1,29X

Persamaan regresi yang telah ditemukan dapat digunakan untuk untuk melakukan prediksi (ramalan) bagaimana individu dalam variabel dependen akan tedadi bila individu dalam variabel independen ditetapkap

Misalnya nilai kualitas layanan = 64, maka nilai rata‑rata penjualan adale,

Y = 93,85 +1,29.64 = 176,41

Jadi diperkirakan nilai rata‑rata penjualan tiap bulan sebesar 176,41. Dari persamaan regresi di atas dapat diartikan bahwa, nilai  kualitas layanan berlambah 1, maka nilai rata‑rata penjualan barang tiap bulan akan bertambah 1,29 atau setiap nilai kualitas layanan bertambah 10 maka nilai rata‑rata penjualan tiap bulan akan bertambah sebesar 12,9

Pengambilan harga‑harga X untuk meramalkan Y harus Jp0imbangkan secara rasional dan menurut pengalaman, yang masih ~erdda pada batas ruang gerak X. misainya kalau nilai kualitas layanan loo, nilai rata‑rata penjualan tiap bulan berapa ? Apakah ada kualitas 4yanan yang nilainya sebesar 100 ?

d, Membuat garis regresi

Garis regresi dapat digambarkan berdasarkan persamaan yang telah diternukao adalah Y = 93,85 + 1,29X

         Antara nilai kuaitas layanan deogan nilai penjualan tiap bulan dapat dihitung korelasinya . Korelasi dapat dihitmig derigar, rumus yang telah dengan rumus  sbb:

Harga‑harga yang telah ditemukan diatas dimasukkan dalam rumus.

Harga r tabel untuk taraf kesalahan  5 % dengan n = 34 diperoleh 0,339 dan untuk 1 % diperoleh 0, 436. karena harga r hitung lebih besar dari dari r tabel  maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan significan sebesar 0, 6909 antara nilai kualitas layanan dan rata2 penjualan barang tiap bulan.

Koifisien determinasi r2  = (o6909)2 = 0,4773, hal ini berarti nilai rata rata penjualan barang tiap bulan 47,73 % ditentukan oleh nilai kualitas layanan yang diberikan, melalui persamaan regresi Y =93,85 + 1,29X dan sisnya oleh faktor lain.

B. Regresi Ganda

Persamaan regresi untuk dua prediklor atau lebih adalah  Y  = a + b1Y1 + b2X2 +…… bnXn

 

1. Regresi Ganda Dua Prediktor

penelitian dilakukan untuk mengetahui pengarvuh keinampuan kei)auai, kepemirnpinan direktif terhadap produktivitas kerJa pegawai. Berdasarkan 10 responden yang digunakan sebagail sumber data, hasilnya adalah sebagai berikut

 

Untuk dapat merarnalkan bagaimana produktivitas kerja pegawai bila kernampuan pegawai dan kepernimpinan direktif dinaikkan atau diturunkan maka harus dicari persamaan regresinya terlebih dahulu Untuk keperluar ini, maka data mentah dari hasil penelitian perlu disusun ke dalam tabe. dari tiga instrumen yang dikembangkan untuk menjaring data tentang tingkat kemampuan kerja pegawai, kepernimpinan direktif dan  produktivitas kerjanya hasilnya dapat diberikan pada tabel berikut

TABEL PENOLONG UNTUK MENGHITUNG

PERSAMPkAN REGRESI GANDA DUA PREDIKTOR

No       X1        X2        Y         X1Y     X2Y        X1X2      X12         X22

1.    10          7         23        230      161      70          100        49

2,    2            3          7          14        21        6            4            9

3.    4            2          15        60        30        8            16          4

4.    6            4          17        102      68        24          36          16

5.    8            6          23        184      138      48          64          36

6.    7            5          22        154      110      35          49          25

7.    4            3          10        40        30        12          16          9

8.    6            3          14        84        42        18          36          9

9.    7            4          20        140      80        28          49          16

10.  6            3          19        114      57        18          36          9

JML        60         40         170     1122        737                  267        406        182

Y =  Produktivitas      X1  = Kernampuan keda pegawai      X2        = Kepernimpinan direktif

46 b1  = 114,582                      b2  = 2, 4909

Harga  b1, dan b2 dimasukkan dalam pemamaan 1, maka:

170        = 10a + 60 (2,4909) + 40        (‑0,466)

.170       = 10a + 149,454 ‑ 18,640

10 a     = 170 ‑ 149,454 + 18,640

a      =39,186 : 10  = 3,9186

Jadi         a = 3,9186    ;   b1  = 2,4909         ; b1  = ‑0,466

Jadi persamaan regresi ganda linier’untuk dua prediktor (kemampuan kerja pegawai, dan kepemimpinan direktif) adalah: Y = 3,9186 + 2,4909 X1 ‑ 0,466 X2

Dari persamaan itu berarti produktivitas keqa pegawai akan naik, bila kemampuan pegawal ditingkatkan, dan akan turun bila kepemimpinan direktif (otokratis) ditingkatkan. Tetapi koefisien regresi untuk kemampuan pegawai (2,4909) lebih besar dari pada koefisien regresi untuk kepemimpinan direktif (diharga mutlak = 0,466) X. jadi bila kemampuan pegawai ditingkatkan sehingga mendapat nilai 10, dan juga tingkat kepemimpinan direktif sampai mendapat nilai 10, maka pmduktivitasnya adatah Y = 3,9186 + 2,4909 .10 ‑ 0,466. 10 24,1676

Diperkirakan produktivitas kerja pegawai = 24,1676.


 

PERSIAPAN S.D PENULISAN LAPORAN PENELITIAN.

 

1. Penulisan Kerangka Acuan/Proposal.

 

Kata pengantar

Daftar Isi

BAB I .                 : PENDAHULUAN

B.   Latar Belakang

1. Perumusan Masalah

2. Konstelasi Masalah

BAB II                 : DESKRPSI TEORI DAN HIPOTESIS

  1. Deskripsi teori
  2. Kerangka berpikir
  3. Hipotesis

BAB III                : METODOLOGI PENELITIAN

  1. Tujuan Penelitian
  2. Tempat dan waktu penelitian
  3. Metode penelitian
  4. Populasi dan teknik pengambilan sampel penelitian
  5. Teknik analisis data
  6. Hipotesis Statistik

DAFTAR PUSTAKA

 

II: Kerangka PenulisanTesis

Judul

Ringkasan

Lembar persetujuan (untuk skripsi, tesis dan disertasi)

Kata pengantar

Daftar Isi

Daftar tabel

Daftar gambar

Daftar lampiran

BAB I .                 : PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

  1. Identifikasi masalah
  2. Pembatasan Masalah
  3. Konstelasi Masalah
  4. Kegunaan Penelitian

D.   Perumusan Masalah

BAB II                 : DESKRPSI TEORI DAN HIPOTESIS

  1. Deskripsi Teori

1.     Hakikat… ….. Variabel dependent

2.     Hakikat ….Variabel independent 1

3.     Hakikat Variabel …..independent 2

  1. Penelitian yang relevan
  2. Kerangka berpikir
  3. Hipotesis penelitian

BAB III                : METODOLOGI PENELITIAN

  1. Tujuan Penelitian
  2. Tempat dan waktu penelitian
  3. Metode penelitian
  4. Populasi dan teknik pengambilan sampel penelitian
  5. Instrumen penelitian
  6. Analisis Data
  7. Hipotesis Statistik

BAB IV                : HASIL PENELITIAN

  1. Deskripsi data dan analisa hasil penelitian
  2. Pengujuan Persyaratan analisis (normalitas homogenitas)
  3. Pengujian Hipotesis
  4. Keterbatasan penelitian

BAB V                 : KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN.

  1. Kesimpulan
  2. Implikasi
  3. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

Notasi Ilmiah

Notasi Ilmiah adalah catatan pendek untuk mengetahui sumber informasi ilmiah yang dikutib dalam suatu karya ilmiah. Karena  catatan  tersebut diletakkan dibawah halaman maka sering pula disebut catatan kaki  atau footnote.

Catatan kaki tidak hanya digunakan untuk mengetahui dan mendalami sumber informasi tetapi juga untuk mengetahui dan mendalami sesuatu penulisan ilmiah tanpa  mengganggu keseluruhan penulisan tersebut. Ada beberapa cara pembuatan notasi ilmiah yang diakui secara internasional dan setiap perguruan tinggi  biasanya membuat pedoman notasi ilmiah yang digunakan dalam penulisan ilmiah di lingkungannya.

Kutipan.

Suatu pengetahuan ilmiah yang dikutib dari  seseorang  dan digunakan untuk berbagai tujuan untuk mendukung pernyataan penulis untuk mendifinisikan sesuatu dapat berbentuk  sebagai “ kutipan langsung “ dan kutipan “tidak langsung”

Kutipan cukup pendek, dimasukkan dalam skripsi,  dengan menggunakan tanda kutib “ ……. “, nomor catatan kaki diletakkan diakhir kalimat ,  sebaiknya antara 4 sampai 8 baris,  diketik dalam satu spasi, dan dimulai 7 ketukan dari tulisan paling kiri.

Contoh:

Mengenai taraf kesukaran dalam pemasaran, Achmad Buchori mengatakan

“ …. Makin luas wilayah pemasaran maka makin sulit untuk melaksanakan pemantauan, sedangkan makin sempit wilayah pemasaran akan mempermudah pemantauan”.4

Suriasumantri memberikan batasan tentang penalaran ilmiah sebagai berikut,

“ Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan  gabungan  dari penalaran deduktif dan induktif, dimana lebih lanjut penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme, dan penalaran induktif dengan empirisme.” 5

Catatan kaki.

Dengan komputerisasi membuat catatan kaki adalah mudah, secara ilmiah maka catatan kaki dipisahkan dari tubuh skripsi atau teks, dimulai 14 s/d 20 ketukan paling kiri, diketik dalam satu spasi, , garis pemisah  dengan dua spasi,  yang mencakup (1) nama penulis, (2) judul tulisan (3) tempat penerbitan (4) nama penerbit (5) tahun penerbitan  (6) halaman yang dikutib.

  1. 1.   Nama penulis.

a. Nama penulis harus sama dengan nama yang tercantum dalam buku, tanpa gelar (profesor, Ir. Drs dll), bila menggunakan nama keluarga dicantumkan yang terakhir

[1] Stephen P. Robbins,  Organization Theory : Structure, Design and Applications  (Englewood Cliffs : Prenstice-Hall,  1990),  pp. 51-85

2 Wayne K. Hoy & Cecil G. Miskel, Educational Administration, Theory, Research, and Practice 2nd(New York :Random House Inc, 1982) pp319 –3 44

b. Pengulangan kutipan yang diulang dengan pengarang yang sama  menggunakan notasi ibid kutipan ini pada halaman yang sama

3 Ibid

c. Sedangkan apabila dengan buku yang sama tetapi halaman berbeda maka ditulis sbb:

4 Ibid., p. 222  (kutipan ini pada buku sama  pada halaman  222

d. Sedangkan bila ingin mengutib Stephen P. Robbins catatan tersebut terhalang tulisan Wayne K. Hoy & Cecil G. Miskel, maka digunakan loc. Cit (loco citato artinya dalam tempat yang telah dikutib

5 Stephen P. Robbins, loc. cit.

e. Sedangkan bila ingin mengutib Stephen P. Robbins catatan tersebut terhalang tulisan Wayne K. Hoy & Cecil G. Miskel tetapi pada halaman yang berbeda maka digunakan  op.cit (  opere citato dalam karya yang telah dikutib misal

6 Stephen P. Robbins, op. cit., p234

f. Sedangkan bila ingin mengutib Stephen P. Robbins tetapi buku lainnya maka cukup ditulis

7 Stephen P. Robbins, Organisation Behaviour , pp 675

g. Untuk dua dan tiga pengarang dalam buku sama maka penulis ditambah and untuk penulis ketiga

8 Albert Mehrabian,  Andrew L.Young, and Sharon Sato, Emotional Emphaty and Associated Individual Difference (Los Anggelos: University of California, 1988)  pp 221-240

h. Apabila pengarang lebih empat (4) cukup ditambah et al. (et alili atau dan lai lain.)

9 Paulus,  P.B et .  al. , Psychology of  Group Influence (Hilsdale : Nj. Erlbaum, 1989),  pp. 248-253.

i. Untuk buku yang diterjemahkan harus ada nama pengarang dan nama peterjemah,

10 Robert Lado, Budaya dan Bahasa, terjemahan, S darmawidjojo (Bandung, penerbit Ganefo, 1999), p. 213

j. Untuk buku kumpulan cukup ditulis editornya.

11 Paulus DP. Bunga rampai kewirausahaan Indonesia, Jakarta, Penerbit Erlangga, 1998.

k. Jika tidak ada nama pengarang, maka lembaga atau nama panitia dapat dituliskan dan dianggap sebagai penulis.

12 Departemen Pertanian, petunjuk Operasional Proyek P4K, Jakarta, Proyek P4K, 20

  1. 2.   Judul Tulisan.

 

Judul tulisan harus ditulis lengkap lihat contoh contoh diatas  khusaus untuk judul skripsi, thesis dll yang tidak dipublikasikan ditu;lis dengan tanda kutib

  1. Kota tempat  penerbitan.

Kota tempat penerbitan bisa dicari dihalaman 3  atau dibalik halaman ujudul, apabila lebih dari satu kota maka cukup ditulis satu saja.

  1. Nama penerbit

Ditulis setelah nama kota diikuti dengan koma baru tahun penerbitan

  1. Tahun penerbitan

Tahun penerbitan adalah tahun diterbitkan bukan tahun pada akhir pendahuluan.

  1. Halaman

Pada umumnya kutipan diambil dari halaman tertentu digunakan singkatan p (pagina atau page) kadang2 juga digunakan h. apabila satu halaman cukup  p.4; bila banyak halaman digunakan pp, 16-34.

1. Hakekat Efektivitas Kerja

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Efektifitas Kerja,  dari rangkaian kata yang ada maka penelahaan variabel tersebut akan diawali  pada pengertian serta konsep-konsep tentang pengertian efektivitas kerja1, adapun pengertian efektivitas atau keefektivan didalam bahasa inggris disebut dengan effektiveness, dan dalam pembahasannya ditekankan pada penilaian prestasi perseorangan yang pada dasarnya adalah menjadi dasar prestasi organisasi atau kelompok, untuk mendukung pengertian tersebut  maka pengertian tentang  ketua,  dan  kelompok2, dibahas pula untuk digunakan sebagai bahan rujukan3, semua pengertian tersebut yang dijadikan  dasar  dalam pembahasan dan digunakan penelahaan selanjutnya.4

DAFTAR PUSTAKA.

Daftar pustaka tidak diberi nomor urut tetapi menggunakan  urutan alfabetis berdasarkan nama keluarga ,  sehingga nama keluarga dahulu baru nama,  ingat dalam catatan kaki nama keluarga dibelakang, khusus untuk orang Indonesia cek sekali lagi apakah nama belakang itu nama keluarga atau bukan apabila bukan maka ditulis biasa.

Biro Pusat Statistik.,  Indikator Sosial Wanita Indonesia 1998, Biro Pusat Statistik, Jakarta  2000.

Bennis, Warren G., Jagdish Parikh., Ronnie Lessem. Beyond Leadership, Balancing Economics, Ethics, and Ecology, Cambridge : Central Limited & TJ Press, 1994.

Braybrooke David., & Charles L. Lindblom. Strategy of Decision, Policy Evaluation as a Social Process, New York : The Free Press, 1970.

Hadari, Nawawi. Manajemen Sumberdaya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif, Yogyakarta : Gadjahmada University Press, 1997.

Maslow, Abraham H.. Motivasi dan Kepribadian,: Teori dengan pendekatan hierarki kebutuhan manusia, Sugiyanto dkkJakarta : Pustaka Binaman Presindo, 1994.

Paulus, PB. Et .al, Psychology of Group Influence, Hilsdale : Erlbaum Internasional, 1989.


1 Wayne K. Hoy & Cecil G. Miskel, Educational Administration, Theory, Research, and Practice 2nd (New York :Random House Inc, 1982) pp319 –3 44

2 Carl V. Patron & David S. Sawicki, Basic Method of Policy Analysis and Planning ( Englewood Cliffs : Ptentice Hall, 1986) p 157

3 ibid., p.78

4 op.cit., p. 76

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s